Masjidil Haram dinilai merupakan masjid paling mulia di muka bumi. Masjid yang terdapat di Kota Mekah, Arab Saudi, ini menjadi masjid impian bagi umat muslim untuk bisa melaksanakan salat dan rukun Islam kelima, yakni berhaji.

Menurut Konsultan Bimbingan Ibadah Haji PPIH Prof Aswadi, keutamaan salat di Masjidil Haram adalah setiap kebaikan yang dilakukan, maka ditingkatkan 100.000 kali. Sementara di Masjid Nabawi Madinah, 1.000 kali, sedangkan di Masjid Aqsa ditingkatkan 500 kali.

“Jadi Masjidil Haram yang paling besar fadilahnya (keutamaan dan kelebihan),” kata Aswadi di Mekah, Minggu, 13 Agustus 2017.

Menurut Aswadi, hampir semua tempat di Tanah Haram atau Mekah adalah multazam atau tempat berdoa. Namun, keutamaan di Masjidil Haram memiliki tempat mustajabah alias tempat dikabulkannya doa-doa.

“Yakni di antara Hajar Aswad dan pintu Kakbah, Hijr Ismail, dan makom Ibrahim. Itu mustajabah,” tutur dia.

Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel ini juga menjelaskan, masuk ke Masjidil Haram yang terdapat Baitullah di dalamnya memang harus dalam kondisi hati yang aman dan damai. Jemaah juga harus berperilaku baik.

Dia mengatakan, dengan nilai-nilai suci memasuki ke Masjidil Haram, jemaah bisa mengimplementasikannya ke dalam sendi-sendi kehidupan. “Jadi ketika pulang haji, harapannya ada kebersihan batin, menjadi lebih baik lagi,” ujar dia.

Masjidil Haram berlokasi di Kota Mekah. Secara geografis, Kota Mekah terletak di sebelah barat Kerajaan Arab Saudi di Tanah Hijaz, dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi, dan berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut.

Kota ini terlerak sekitar 400 meter ke arah barat daya Kota Madinah atau sekira 120 kilometer dari arah timur Kota Thaif, atau sekira 72 km dari arah Kota Jeddah dan Pantai Laut Merah.

Mekah dipimpin oleh seorang wali kota atau disebut amir. Pengangkatannya dilakukan dan disahkan oleh Raja Saudi yang dibantu Majelis Dewan Kota, terdiri atas 14 tim yang berjumlah 14 orang. Mekah juga merupakan ibu kota provinsi, meliputi beberapa kota besar di sekitarnya.

Dikutip dari Buku Cerdas Haji dan Umrah, Mabrur itu Mudah dan Indah karya Dr Muhammad Syafii Antonio,’ Mekah merupakan kota suci yang namanya sering disebut di kitab suci Alquran. Perkataan Mekah dapat berarti ‘tamuk al fajir’ atau ‘tukhrijuhu wa tuhlikuhu’, yang bermakna ‘terusir orang kafir’, sebagaimana disebutkan dalam Alquran (Al Fath, 48:24).

 

Sumber : Liputan6.com / Taufiqurrahman